Tuesday, August 12, 2014

ALQURAN KALAM ALLAH/PERKATAAN ALLAH



Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah?

by Ym Tgmahmud Alkubra on Wednesday, 19 October 2011 at 23:05 ·

Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah?

Pertama, Al-Quran merupakan mukjizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya, atau seperti surah di antara surah-surahnya ). Mukjizat ini hanya diberikan oleh Allah, kepada seorang rasulNya, sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya, sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya.

Pada waktu Al-Qur'an diturunkan, orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka. Tapi usaha mereka gagal. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia.

Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mukjizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an, oleh Az Zarkasyi :Jilid:2,hal:237, Darul Ma'rifah, Bairut1990) : Dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ", susunan ayat-ayat dan surah-surahnya, kebenaran isinya, kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan.

Kedua, memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW, namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an, mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an, hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. Al-Qur'an kalam Allah. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi saw ujar Al Baqillani -, lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an, anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. Bandingkan dengan Al-Qur'an, teliti susunan ayatnya, sunan surah-surahnya, anda akan menemukan suatu keterpaduan, saling berkaitan dari awal sampai akhir. Padahal ia diturunkan secara berangsur-angsur.

Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ", Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya, untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an, sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemuka-pemuka Quraisy.
Masuk akalkah seorang menegur dirinya sendiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW.

Ketiga, Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada, jin dan manusia untuk membuat sepertinya. Dalam (QS: Hud:13)

أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَٮٰهُ‌ۖ قُلۡ فَأۡتُواْ بِعَشۡرِ سُوَرٍ۬ مِّثۡلِهِۦ مُفۡتَرَيَـٰتٍ۬ وَٱدۡعُواْ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَـٰدِقِينَ

“Bukan itu sahaja kata-kata mereka bahkan mereka menuduh dengan mengatakan: Ia yang mereka-reka Al-Quran itu!. Katakanlah : (Jika demikian tuduhan kamu), maka cubalah buat serta datangkan sepuluh surah rekaan yang sebanding dengan Al-Quran itu dan panggillah siapa sahaja yang kamu sanggup memanggilnya, yang lain dari Allah, jika betul kamu orang-orang yang benar.” (Hud: 13)

Dan perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. Dalam firmanNya:

أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَٮٰهُ‌ۖ قُلۡ فَأۡتُواْ بِسُورَةٍ۬ مِّثۡلِهِۦ وَٱدۡعُواْ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَـٰدِقِينَ

“(Orang-orang kafir tidak mengakui hakikat yang demikian itu) bahkan mereka mengatakan: Dialah yang mengada-adakan Al-Quran menurut rekaannya. Katakanlah : Kalau demikian, datangkanlah satu surah yang sebanding dengan Al-Quran itu dan panggillah siapa sahaja yang kamu dapat memanggilnya, yang lain dari Allah, jika betul kamu orang-orang yang benar!. (Yunus: 38)

Dan…perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. Dalam firmanNya yang lain:

وَإِن ڪُنتُمۡ فِى رَيۡبٍ۬ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا فَأۡتُواْ بِسُورَةٍ۬ مِّن مِّثۡلِهِۦ وَٱدۡعُواْ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَـٰدِقِينَ

“Dan kalau kamu ada menaruh syak tentang apa yang Kami turunkan (Al-Quran) kepada hamba kami (Muhammad), maka cubalah buat dan datangkanlah satu surah yang sebanding dengan Al-Quran itu dan panggillah orang-orang yang kamu percaya boleh menolong kamu selain dari Allah, jika betul kamu orang-orang yang benar.” (Al Baqarah: 23)

Juga…dalam firmanNya::

قُل لَّٮِٕنِ ٱجۡتَمَعَتِ ٱلۡإِنسُ وَٱلۡجِنُّ عَلَىٰٓ أَن يَأۡتُواْ بِمِثۡلِ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ لَا يَأۡتُونَ بِمِثۡلِهِۦ وَلَوۡ كَانَ بَعۡضُہُمۡ لِبَعۡضٍ۬ ظَهِيرً۬ا

“Katakanlah: Sesungguhnya jika sekalian manusia dan jin berhimpun dengan tujuan hendak membuat dan mendatangkan sebanding dengan Al-Quran ini, mereka tidak akan dapat membuat dan mendatangkan yang sebanding dengannya, walaupun mereka bantu-membantu sesama sendiri” (Al Isra': 88)

Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang, tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab.

Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW, di dalam Al-Qur'an begitu banyak. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh, Al Falaq dan An Nas. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia, tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jizat.

Keempat, Silakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ), tentang alam, atau tentang tubuh manusia dan lain sebahgianya, lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an, anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. Mengapa, karena alam ini ciptaan Allah, dan Al-Qur'an kalamNya. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". Adakah akal manusia sejak sekian abad silam, bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian?

Kelima, di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib, seperti adanya surga dengan segala keindahannya, dan neraka dengan segala kepedihannya, adanya hari kiamat, dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam, dan yang menentukan akhir hidup manusia, yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk, dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. Semoga membantu,

wassalam

Saturday, August 2, 2014

kenapakah ahli2 MQTK sentiasa ke mana-mana bersama sebuah Al-Quran kecil dan mereka selalu membuka dan membacanya pada bila-bila masa...?

Yusnaidi Yusoff shared Julian Fernando Casablanca's photo. July 23 at 8:19am Ada yang bertanya kami, kenapakah ahli2 MQTK sentiasa ke mana-mana bersama sebuah Al-Quran kecil dan mereka selalu membuka dan membacanya pada bila-bila masa...? Kisah benar di bawah ni adalah jawapan tepat kepada soalan itu. Itulah wasiat leluhur Bani Hasyim MQTK yang tidak diwasiatkan dalam kebanyakkan jemaah yang lain. Di Perancis sekitar 50 tahun yang lalu, ada seorang berbangsa Turki berusia 50 tahun bernama Ibrahim yang bekerja sebagai penjual makanan di sebuah kedai. Kedai tersebut terletak di sebuah pangsapuri di mana salah satu penghuninya adalah keluarga Yahudi yang mempunyai seorang anak bernama Jad, berumur 7 tahun. Jad, si anak Yahudi Hampir setiap hari mendatangi kedai tempat di mana Ibrahim bekerja. Setiap kali hendak keluar dari kedai, Jad sering mengambil sepotong coklat milik Ibrahim tanpa izinnya. Pada suatu hari selepas belanja, Jad terlupa dan tidak mengambil coklat ketika hendak keluar, dan tiba-tiba Ibrahim memanggilnya dan memberitahu bahawa ia terlupa mengambil sepotong coklat sebagaimana kebiasaannya. Jad terkejut, kerana ia mengira bahawa Ibrahim tidak mengetahui apa yang ia lakukan selama ini. Ia pun segera meminta maaf dan takut jika saja Ibrahim melaporkan perbuatannya tersebut kepada orang tuanya. “Tidak mengapa, yang penting kamu berjanji untuk tidak mengambil sesuatu tanpa izin, dan setiap kali kamu mahu keluar dari sini, ambillah sepotong coklat, itu adalah milikmu,” ujar Ibrahim. Waktu berlalu, tahun pun berganti dan Ibrahim yang seorang Muslim kini menjadi layaknya seorang ayah dan teman akrab bagi Jad si anak Yahudi. Sudah menjadi kebiasaan Jad setiap kali menghadapi masalah, ia selalu datang kepada Ibrahim. Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengambil sebuah buku dari laci, memberikannya kepada Jad dan kemudian menyuruhnya untuk membukanya secara rawak. Setelah Jad membukanya, kemudian Ibrahim membaca dua helai darinya, menutupnya dan mula memberikan nasihat dan penyelesaian kepada masalah Jad. Beberapa tahun pun berlalu dan begitulah hari-hari yang dilalui Jad bersama Ibrahim. 14 Tahun berlalu Jad kini telah menjadi seorang pemuda gagah dan berumur 24 tahun, sedangkan Ibrahim ketika itu berumur 67 tahun. Alkisah, Ibrahim akhirnya meninggal, namun sebelum wafat ia telah menyimpan sebuah kotak yang dititipkan kepada anak-anaknya di mana di dalam kotak tersebut ia letakkan sebuah buku yang selalu ia baca setiap kali Jad berunding kepadanya. Ibrahim berwasiat agar anak-anaknya nanti memberikan buku tersebut sebagai hadiah untuk Jad, seorang pemuda Yahudi. Jad baru mengetahui wafatnya Ibrahim ketika puteranya menyampaikan wasiat untuk memberikan sebuah kotak. Jad pun merasa terkejut dan sangat sedih dengan berita tersebut, kerana Ibrahim yang selama ini memberikan penyelesaian dari semua permasalahannya, dan Ibrahim satu-satunya teman sejati baginya. Hari-hari pun berlalu, setiap kali dirundung masalah, Jad selalu teringat Ibrahim. Kini ia hanya meninggalkan sebuah kotak. Kotak yang selalu ia buka, di dalamnya tersimpan sebuah buku yang dulu selalu dibaca Ibrahim setiap kali ia mendatanginya.] Jad lalu cuba membuka lembaran-lembaran buku itu, akan tetapi kitab itu mengandungi tulisan berbahasa Arab sedangkan ia tidak boleh membacanya. Kemudian ia pergi ke salah seorang temannya yang berbangsa Tunisia dan memintanya untuk membacakan dua helai dari kitab tersebut. Persis sebagaimana kebiasaan Ibrahim dahulu yang selalu memintanya membuka lembaran kitab itu dengan rawak saat ia datang berunding. Teman Tunisia tersebut kemudian membacakan dan menerangkan makna dari dua helai yang telah ia tunjukkan. Dan ternyata, apa yang dibaca oleh temannya itu, mengena persis ke dalam permasalahan yang dialami Jad kala itu. Lalu Jad bercerita mengenai permasalahan yang sedang menimpanya. Lantas teman Tunisianya itu memberikan penyelesaian kepadanya sesuai apa yang ia baca dari kitab tersebut. Jad pun menjadi kagum. Kemudian dengan penuh rasa ingin tahu ini bertanya, “Buku apa ini?” Ia menjawab, “Ini adalah Al-Quran, kitab suci bagi umat Islam!” Jad seakan tidak percaya, sekaligus merasa takjub. Lalu ia kembali bertanya, “Bagaimana caranya menjadi seorang Muslim?” Temannya menjawab, “Mengucap syahadah dan mengikut syariat!” Setelah itu, dan tanpa ada rasa ragu-ragu, Jad lalu mengucapkan syahadah, ia telah kembali kepada Islam. Islamkan 6 juta orang Kini Jad sudah menjadi seorang Muslim, kemudian ia menukar namanya menjadi Jadullah Al-Qur’ani sebagai rasa takzim atas kitab Al-Quran yang begitu istimewa dan mampu menjawab seluruh masalah hidupnya selama ini. Dan sejak itulah ia memutuskan akan menghabiskan sisa hidupnya untuk berkhidmat menyebarkan ajaran Al-Quran. Mulanya Jadullah mempelajari Al-Quran serta memahami isi kandungannya, dan seterusnya beliau berdakwah di Eropah hingga berjaya mengislamkan 6,000 Yahudi dan Nasrani. Suatu hari, Jadullah membuka lembaran-lembaran Al-Quran hadiah dari Ibrahim itu. Tiba-tiba ia mendapati sebuah lembaran bergambarkan peta dunia. Pada saat matanya tertuju pada gambar benua Afrika, nampak di atasnya tertera tanda tangan Ibrahim dan di bawah tanda tangan itu tertuliskan ayat: ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik!!" [QS. An-Nahl ayat 125] Ia pun yakin bahawa ini adalah wasiat dari Ibrahim dan ia memutuskan untuk melaksanakannya. Beberapa waktu kemudian, Jadullah meninggalkan Eropah dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika, antaranya adalah Kenya, selatan Sudan (yang majoriti penduduknya adalah Nasrani), Uganda serta negara-negara sekitarnya. Jadullah berjaya mengislamkan lebih dari 6 juta orang dari puak Zulu. Ini baru satu suku kaum, belum dengan suku-suku kaum yang lain. Akhir Hayat Jadullah Jadullah Al-Qur’ani, seorang Muslim sejati, pendakwah hakiki, menghabiskan umur 30 tahun sejak keislamannya untuk berdakwah di negara-negara Afrika yang gersang dan berjaya mengislamkan jutaan orang. Jadullah meninggal dunia pada tahun 2003 yang sebelumnya sakit. Kala itu beliau berusia 54 tahun, beliau meninggal dunia ketika masa-masa berdakwah.] Kisah yang tak selesai Ibu Jadullah Al-Qur'ani adalah seorang wanita Yahudi yang fanatik, ia adalah wanita berpendidikan dan pensyarah di salah satu institusi perguruan tinggi. Ibunya baru memeluk Islam pada tahun 2005, dua tahun sepeninggalan Jadullah iaitu saat berumur 70 tahun. Sang ibu bercerita bahawa (ketika puteranya masih hidup) ia menghabiskan masa selama 30 tahun berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan anaknya agar kembali menjadi Yahudi dengan pelbagai macam cara, dengan segenap pengalaman, kelebihan ilmu dan kemampuannya, akan tetapi ia tidak dapat mempengaruhi anaknya untuk kembali menjadi Yahudi. Sedangkan Ibrahim, seorang Muslim tua yang tidak berpendidikan tinggi, mampu melunakkan hatinya untuk memeluk Islam, hal ini tidak lain kerana Islamlah satu-satunya agama yang benar. Yang menjadi pertanyaannya, “Mengapa Jad si anak Yahudi memeluk Islam?” Jadullah Al-Qur'ani bercerita bahawa Ibrahim yang dia kenal selama 17 tahun tidak pernah memanggilnya dengan kata-kata: “Hai orang kafir!” atau “Hai Yahudi!” dan Ibrahim tidak pernah mengucapkan, “Masuklah agama Islam!” Bayangkan, selama 17 tahun Ibrahim tidak pernah sekalipun mengajarnya tentang agama, tentang Islam atau pun tentang Yahudi. Seorang tua Muslim yang sederhana itu tak pernah mengajaknya berbincang masalah agama. Akan tetapi ia tahu bagaimana menuntun hati seorang anak kecil agar terikat dengan akhlak Al-Quran. Kemudian dari kesaksian Dr Shafwat Hijazi (salah seorang pendakwah terkenal di Mesir) yang suatu saat pernah mengikuti sebuah seminar di London dalam membahas permasalahan Darfur serta penyelesaian pengendalian dari ajaran Kristian, beliau berjumpa dengan salah satu pimpinan suku Zulu. Apabila ditanya apakah ia memeluk Islam melalui Jadullah Al-Qur'ani?, Ia menjawab, tidak! namun ia memeluk Islam melalui orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur'ani. Subhanallah, akan ada berapa banyak lagi orang yang akan masuk Islam melalui orang-orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur'ani. Dan Jadullah Al-Qur'ani sendiri memeluk Islam melalui tangan seorang muslim tua berbangsa Turki yang tidak berpendidikan tinggi, namun mempunyai akhlak yang jauh dan jauh lebih luhur dan suci. Begitulah kisah tentang Jadullah Al-Qur'ani, kisah ini merupakan kisah nyata yang diterjemahkan dari catatan Almarhum Syeikh Imad Iffat yang digelar sebagai “Syeikh golongan Revolusioner Mesir.” Beliau adalah seorang ulama Al-Azhar dan anggota Lembaga Fatwa Mesir yang ditembak syahid dalam sebuah insiden di Kaherah pada hari Jumaat, 16 Disember 2011 lalu. Kisah nyata ini layak untuk kita renungi bersama di masa-masa penuh fitnah seperti ini. Di saat ramai orang yang sudah tidak mengindahkan lagi cara dakwah Qurani. Mudah mengkafirkan, fasih mencaci, mendakwa sesat, menyatakan bidah, melaknat, memfitnah, padahal mereka adalah sesama muslim. Suatu ketika dulu pendakwah kita telah berjuang mati-matian menyebarkan Tauhid dan mengislamkan orang-orang kafir, namun kenapa sekarang orang yang sudah Islam, dikafir-kafirkan dan dituduh syirik? Bukankah kita hanya diwajibkan menghukumi sesuatu dari yang tampak saja? Sedangkan masalah batin biarlah Allah yang menghukuminya nanti. Kita sama sekali tidak diperintahkan untuk membelah dada setiap manusia agar mengetahui kadar iman yang dimiliki setiap orang. Mari kita renungi kembali surat Thaha ayat 44 iaitu Perintah Allah Subahanhu Wa Ta’ala kepada Nabi Musa dan Harun, ketika mereka akan pergi mendakwahi Firaun. Allah berfirman: فقولا له قولا لينا لعله يتذكر أو يخشى “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” Bayangkan, Firaun yang jelas-jelas kafir laknatullah, namun ketika berdakwah dengan orang seperti ia pun, harus tetap dengan kata-kata yang lemah lembut, tanpa menyebut dia Kafir Laknatullah! Lalu apakah kita yang hidup di dunia sekarang ini ada yang lebih Islam dari Nabi Musa dan Nabi Harun? Atau adakah orang yang saat ini lebih kafir dari Firaun, di mana Al-Quran pun merakam kekafirannya hingga kini? Maka alasan apa bagi kita untuk tidak menggunakan dakwah dengan kaedah Al-Quran? Iaitu dengan hikmah, nasihat yang baik, dan perbincangan menggunakan hujjah yang kuat namun tetap sopan dan santun? Wajar dalam dakwah yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana cara kita agar mudah menyampaikan kebenaran Islam ini. Oleh itu, jika sekarang kita dapati ada orang yang kafir, boleh jadi di akhir hayatnya Allah akan memberi hidayah kepadanya sehingga ia kembali kepada Islam. Bukankah Umar Al-Khattab RA dulu juga pernah memusuhi Rasulullah SAW? Namun Allah berkehendak lain, sehingga Umar pun mendapat hidayah dan akhirnya memeluk Islam. Lalu jika sekarang ada orang Muslim, boleh jadi di akhir hayatnya Allah mencabut hidayah darinya sehingga ia mati dalam keadaan kafir. Na'udzubillah tsumma Na'udzubillahi min dzalik. Kerana sesungguhnya dosa pertama yang dilakukan Iblis adalah sombong dan angkuh serta merasa diri sendiri yang paling suci sehingga tak mahu menerima kebenaran Allah dengan sujud hormat kepada Nabi Adam AS. Oleh kerana itu, boleh jadi Allah mencabut hidayah daripada seorang Muslim yang tinggi hati, lalu memberikannya kepada seorang kafir yang rendah hati. Segalanya tiada yang mustahil bagi Allah. Marilah kita pertahankan akidah Islam yang telah kita peluk ini, dan jangan pernah mencicip ataupun memamah akidah orang lain yang juga telah memeluk Islam serta bertauhid. Kita adalah saudara seislam seagama. Saling mengingatkan adalah baik, saling melindungi akidah sesama Muslim adalah baik. Marilah kita sentiasa berjuang bahu-membahu demi perkara yang baik-baik saja.

Thursday, July 10, 2014

Mengapa Israel takut dengan penghafal Al-Quran?

Wednesday, September 25, 2013 Mengapa Israel takut dengan penghafal Al-Quran? "Barangsiapa membaca satu huruf dari Al -Qur'an maka baginya satu pahala dan satu pahala diganjar sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi ) Seperti yang telah kita ketahui bersama bahawa perang antara Israel- Palestin ( HAMAS ) tidak akan ada hentinya. Israel terus melakukan pembunuhan demi pembunuhan terhadap warga Palestin. Perlu diketahui bahawa dari ribuan jiwa yang terkorban mangsa keganasan perang Israel, 75 % diantara mereka adalah kanak-kanak dan wanita. Pelbagai alasan yang diberikan oelh pihak yahudi mengenai korban tersebut. Sebahagian besar alasannya sangat tidak masuk akal sama sekali dan mengada-ada. Lebih mengecewakan lagi apabila negara-negara dunia seakan tidak mampu menghentikan ini semua, termasuk negara-negara arab sendiri. Banyak dari kita yang mempersoalkan kenapa tentera yahudi membunuh kanak-kanak Palestin? Ada yang berkata memang tabiat tentera yahudi yang kejam dan biadab. Ada juga yang berkata tentera yahudi takut akan pertumbuhan kanak-kanak Palestin kerana kanak-kanak yang terlahir adalah generasi masa depan Islam yang gemilang. Mungkin pendapat yang kedua ada benarnya dan masuk akal juga. Berikut adalah sebab mengapa tentera yahudi laknatullah menjadikan kanak-kanak Palestin sebagai sasaran operasi mereka selain kumpulan HAMAS. Semasa serangan tentera yahudi terhadap Palestin pada Disember 2008 yang berlaku ketika bulan suci Ramadhan tahun 1429 H, pimpinan HAMAS Ismail Haniyah melantik sekitar 3500 kanak-kanak Palestin yang telah hafal Al-Quran. Kanak-kanak tersebut sudah menghafal 30 juz Al-Quran. Ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Al-Quran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa? " Demikian pemikiran yang berkembang di dalam fikiran orang-orang Yahudi. Tidak hairan jika kanak-kanak Palestin menjadi para penghafal Al-Quran. Keadaan Gaza yang dikepung dari segala arah oleh tentera yahudi laknatullah menjadikan masa mereka terus berinteraksi dengan Al -Qur'an. Tidak ada yang bermain Play Station atau 'game' bagi mereka. Keadaan tersebut memangkin mereka untuk menjadi para penghafal Al-Quran ketika masih begitu muda. Ketakutan Zionis Yahudi laknatullah terhadap keadaan ini menyebabkan kira-kira 500 kanak-kanak penghafal Quran itu telah syahid. Itulah sebahagian sebab mengapa HAMAS mengenakan syarat- syarat yang amat berat untuk menjadi anggota mereka antaranya hafiz Al-Quran dan tidak pernah meninggalkan solat fardhu berjemaah terutama solat subuh. Teringat zaman emas tentang kejayaan Islam di masa kekhalifahan dahulu. Rahsia besar yang perlu dicatat dalam masa itu adalah umat Islam tidak pernah jauh dengan Al-Quran, tidak pernah melepaskan hadis Rasulullah saw menjadi pedoman. Seperti dalam sebuah hadis Rasulullah Saw pernah bersabda . "Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara. Jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, maka kalian tidak akan pernah sesat , iaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi- Nya "( HR. Malik). islampos hafidz quran Mengapa Israel Takut dengan Penghafal Al Quran? Belajarlah dari Palestin, walaupun mereka dikurung oleh penjajahan Zionis , nyawa mereka diancam setiap saat, setiap minit bahkan setiap detik, tapi itu semua tidak melunturkan niat mereka untuk dekat dengan Sang Khalik dan mendalami lebih dalam dan lebih jauh tentang Agama Islam. Israel memang unggul dalam segi jumlah pasukan dan kelengkapan tempur yang berteknologi tinggi. Tapi rakyat Palestin memiliki semangat juang yang tinggi, mereka berani mati demi kebebasan mereka dan anak cucu mereka. Diterjemahkan oleh Detik Islam dari sumber islampos.com

Monday, October 21, 2013

"Hari Kiamat tidak akan muncul sebelum bumi Arab sekali lagi menjadi bumi hijau (subur) dan dipenuhi sungai-sungai”


16 Zulhijjah 1434 H. [MOD] -


KOTA BHARU: Anda jangan terkejut suatu hari nanti negeri-negeri yang mana muka buminya rendah bakal tenggelam ekoran kecairan bongkah ais di kutuk utara dan selatan sekarang.

Ia bakal mengulangi apa yang pernah berlaku pada zaman air batu, di mana padang pasir gersang di negara-negara Arab ketika zaman tersebut dialiri anak-anak sungai.

Malah Semenanjung Tanah Arab merupakan kawasan paling subur di dunia pada zaman air batu.

Dalilnya dirakam dalam al Quran surah Saba’ di mana penduduk negeri Saba’ hidup dengan kemewahan kerana buminya begitu subur.


Pensyarah Jabatan Matematik UPM, Prof Madya Dr Mat Ropa Ismail berkata, zaman air batu kedua akan kembali semula, prosesnya sedang berlaku sekarang.


“Kutub utara mulai mengalami pencairan air batu sekarang. Kawasan utara Semenanjung Arab juga dikesan mengalami perubahan cuaca di mana kawasan kering mengalami salji beberapa tahun kebelakangan ini.

“Saintis berpendapat bumi Arab akan dipenuhi kembali dengan anak sungai,” katanya ketika membentang kertas kerja pada wacana ilmiah di Al Quran dan Sains di Dewan Teratai hari ini.

Beliau membentang kertas kerja bertajuk “Ayat Al Kauniyyah Dan Keajaiban Alam Kosmos Dan Cakarawala”.

Manakala kertas kerja pertama dibentang Dr Nor Azma Mat Zin dari Pusat Pengajian Sains Perubatan USM bertajuk “Penciptaan Manusia Antara Sains dan Al Quran”.

Wacana tersebut dianjurkan Jabatan Mufti Negeri Kelantan. Perasmian penutup program berkenaan disempurnakan Menteri Besar, Ustaz Datuk Ahmad Yakob. Hadir sama anggota Exco, Datuk Nasuruddin Daud dan Mufti Kelantan, Datuk Mohd Sukri Mohamad.

Dr Mat Ropa berkata, penemuan saintifik mengenai Semenanjung Arab selaras dengan Hadis Nabi Muhammad SAW yang bermaksud 

“Hari Kiamat tidak akan muncul sebelum bumi Arab sekali lagi menjadi bumi hijau (subur) dan dipenuhi sungai-sungai”.

Beliau juga mendakwa Belanda akan menerima kesan paling cepat dengan kecairan ais di kutuk utara. Begitu juga negara berpulau seperti Singapura juga bakal berdepan situasi serupa.

Katanya juga Tabu’ sekarang menjadi pembekal buah anggur terbaik di Madinah, sedangkan dahulu merupakan kawasan kering kontang.

Malah semenanjung Arab juga berjaya menghasilkan gandum jenis terbaik di dunia.

“Penyelidikan satelit tentang muka bumi Arab menunjukkan kesan tali air dan pengairan wujud di bawah timbunan pasir di Yaman.

“Begitu juga Bandar Iram ditemui tertimbus di bawah timbunan pasir sedalam 16 meter beberapa tahun lepas,” katanya.

Menteri Besar pula berkata, al Quran dan sains tidak boleh dipisahkan, malah kitab itu merupakan mujizat yang diturunkan kepada Rasullah SAW.

Menurutnya juga pelajar sekolah agama di bawah Yayasan Islam Kelantan berpeluang mempelajari lebih banyak penemuan sains dalam al Quran memandangkan mereka sudah mendalami ilmu al Quran.

sumber berita

Saturday, October 19, 2013

Penerbit filem hina Rasulullah, tunai haji selepas masuk Islam




Seorang penerbit filem Belanda yang memeluk Islam setelah mencetuskan kontroversi apabila menerbitkan filem yang menghina Nabi Muhammad S.A.W. berasa tenang dapat mengerjakan ibadat haji ketika ini.

Arnold Fandor dalam wawancara dengan akhbar Okaz Arab Saudi menceritakan bagaimana beliau mendapat ketenangan jiwa setelah memeluk Islam kira-kira setahun lalu, menyebabkan beliau bertaubat di atas segala dosanya.

Fandor yang bersedia untuk melontar di Jamrah bagi melengkapkan rukun hajinya, semasa diwawancara berkata beliau merasakan hatinya menjerit kegembiraan ketika menunaikan haji.

”Di dalam hati saya kini merasai ketenangan. Setiap kali saya berdoa saya akan mengelap air mata apabila mengenangkan dosa-dosa saya yang lalu dan bertaubat.

"Kini saya akan berkhidmat dan berusaha di dalam menghasilkan filem dan produk yang dapat menaikkan Islam serta yang mencerminkan kehebatan pencipta dan keperibadian akhlak mulia Rasulullah S.A.W. selepas pulang daripada haji,” beliau dipetik sebagai berkata dalam akhbar itu semalam.

Sambil tersenyum, Fandor menyatakan beliau merasakan satu kepuasan yang tidak dapat digambarkan ketika menjejakkan kaki ke tanah suci.

Air matanya tidak henti-henti mengalir, menurut akhbar itu.

"Pada mulanya, terdapat kesulitan yang dihadapi oleh saya pada peringkat awal saya memeluk Islam kerana saya bukan datang daripada keluarga Islam dan membesar di persekitaran Islam.

"Bagaimanapun, ini tidak mematahkan semangat saya untuk belajar dengan lebih mendalam berkenaan agama yang agung ini.

“Saya berasa teruja untuk mendalami dan mengetahui tentang Islam. Lalu saya membaca banyak tentang Islam sehinggalah ia meresap ke dalam hati saya dan fikiran saya mengatakan bahawa agama Islam membawa satu mesej yang besar dan mulia.

"Kemudian perasaan tersebut semakin kuat sehingga hati saya terbuka lalu saya membuat keputusan untuk memeluk Islam. Sekarang saya bersyukur dan berasa amat bahagia serta memiliki ketenangan jiwa.

"Sebelum memeluk Islam, saya hanya membayangkan bahawa hidup ini hanya untuk menyedut udara sahaja.

"Saya dapati tidak ada ketenangan yang sempurna sehinggalah saya menziarahi makam Rasulullah S.A.W. dan ketika itulah saya berhasrat untuk menerbitkan filem berkenaan keperibadian baginda yang mulia,” katanya.

Fandor berkata ini kali pertama beliau mengerjakan haji dan kali kedua menjejakkan kaki ke tanah suci selepas melakukan umrah pada Februari lepas.

Katanya selepas selesai menyempurnakan urusan haji, beliau bercadang meluangkan masa beberapa hari di Madinah al-Munawwarah kerana beliau berasa amat selesa dan aman untuk membaca al-Quran dan kitab-kitab agama di Masjid Nabawi.
– Bernama

CROWN D'RAJA PERTUBUHAN MQTK QuranSunnahIslam..

........free counters ..............................................................................“and I have come to you with a SIGN FROM YOUR LORD, so fear Allah and OBEY ME! Truly Allah is my Lord and your Lord. Therefore submit to HIM! This is A STRAIGHT PATH" (maryam 19:36)