Cara para penulis wahyu Al Quran dizaman Nabi saw itu menulis dan meletakkan ayat dan surah Al Quran adalah dengan pimpinan atau petunjuk Nabi saw.
Kata Uthman bin Affan r.a: " pabila turun surah yang mengandungi beberapa ayat lalu apabila turun lagi satu ayat kepadanya, dia segera memanggil orang yang menulis(sipenulis), lalau beliau saw, bersabda:" Letakkanlah ayat-ayat ini didalam surah yang disebut didalamnya ini..... dan ini......."
(H.R Imam Ahmad, Tarmidzi, Nasa'i, Abu Daud dan Ibnu Hiban)
Kerana pada setiap kali malaikat Jibrail a.s datang kepada Nabi saw, dengan membawa wahyu, adalah dengan menerangkan pula tertibnya ayat dan surah yang datang itu, dimana harus diletakkan menurut perintah Allah SWT. Dengan demikian tentu saja Nabi saw, sewaktu memerintah kepada para penulisnya supaya ayat-ayat yang baru diturunkan itu dituliskan dan diterangkannya juga tentang letaknya ayat-ayat dan demikianlah selanjutnya.
Jadi sekalipun bagaimana susah dan sulitnya para penulis yang mencatatkan ayat-ayat Al Quran itu dalam mengatur dan menghimpunkannya mereka tetap taat dan patuh terhadap apa yang diperintahkan oleh Nabi saw.
Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abas r.a Nabi saw, pernah bersabda:
"Jibrail a.s telah membaca Al Quran kepadaku atas bacaan satu jenis huruf, lalu aku berulang-ulang kali mengharapkan tambahan kepadanya, lantas ia menambah kepadaku, lalu aku selalu mengharapkan tambahan lagi kepadanya, kemudian ia menambahi lagi kepadaku, hingga sampai tujuh jenis huruf."
Maksudnya: Dikala malaikat Jibrail a.s membacakan Al Quran kepada Nabi saw, mula-mula dengan seperti bacaan huruf yang diucapkan oleh bangsa Arab Quraisy saja; tetapi beliau lalu mengajukan permintaan kepadanya, supaya bacaan Al Quran itu janganlah terbatas dengan sejenis huruf yang telah biasa diucapkan oleh lidah bangsa Quraisy saja, kerana suara lidah bangsa Quraisy bermacam-macam. Oleh itu, malaikat Jibrail a.s memperkenankan permintan Nabi saw dan diberikan tambahan dua, tiga jenis yang selanjutnya lantaran Nabi saw sentiasa mengajukan permintaan tambahan sampai tujuh jenis huruf yang telah dikenal oleh bangsa Arab, dan yang telah dimengertikan oleh bangsa Arab Quraisy pada umumnya.
Berhubung dengan itu, maka Nabi saw mngajarkan Al Quran kepada para sahabatnya pada waktu itu, dengan tujuh jenis huruf(bacaan) yang biasa dilidah bangsa Arab dan yang telah dikenal oleh bangsa Arab Quraisy atau dengan perkatan lain; dengan tujuh macam dialek bangsa Arab dikala itu.
Perlu dijelaskan bahawa hadis Rasulullah saw yang mengandungi erti bahawa Al Quran itu diturunkan dengan tujuh huruf itu, tidak saja seperti yang tetera diatas tapi ada juga yang lainnya diantaranya ada yang bererti demikian:
"Sesungguhnya Al Quran itu; diturunklan atas tujuh huruf, maka bacalah olehmu barang yang semudahnya."
(H.R Imam Bukhari, Muslim dan lain-lainnya darti Umar bin Al Khatab r.a)
Showing posts with label koleksi hadis dan Al Quran. Show all posts
Showing posts with label koleksi hadis dan Al Quran. Show all posts
Sunday, May 27, 2012
Apabila kamu menghendakki ilmu, pelajarilah al Quran
Ibn Mas'ud pernah berkata:
"Apabila kamu menghendakki ilmu, pelajarilah al Quran, kerana sesungguhnya di
Imam Ka'ab berkata:
"Hendaklah kamu dengan Al Quran, kerana sesungguhnya ia adalah kecerdasan fikiran, cahaya hikmah dan sumbewr ilmu."
Sabda Nabi saw:
"Belajarlah kamu Faraid dan Al Quran, dan ajarlah ia kepada manusia, kerana sesungguhnya ia akan dicabut."
H.R Imam Al Tarmidzi dari Abu Hurairah.
Wednesday, May 23, 2012
AL-QURAN DITURUNKAN DENGAN TUJUH HURUF (MAKSUDNYA: TUJUH MACAM BACAAN)
1808[Bukhari 4992] Diriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab ra, dia berkata: pada masa hidup Rasululah Saw, aku mendengarkan Hisyam bin Hakim membaca surah Al-Furqaan. Ketika aku memperhatikan bacaannya, ternyata dia membaca surah tersebut dengan bermacam-macam jenis bacaan yang tidak pernah dibacakan kepadaku oleh Rasulullah Saw. Aku hampir saja menerkamnya ketika dia sedang solat, namun aku sabarkan hingga dia mengucapkan salam, barulah aku jerat lehernya denga kain selendangnya, kemudian aku bertanya kepadanya, "Siapa yang mengajarkan bacaan Al-Quran seperti yang telah kamu baca tadi?" Hisyam bin Hakim menjawab, "Bacaan tersebut dibacakan kepadaku oleh Rasulullah Saw". Kata Umar ra, "Kau berdusta, karena Rasulullah Saw telah membacakan surah Al-Furqaan kepadaku berbeda dengan apa yang kamu baca". Maka aku membawa Hisyam bin Hakim menemui Rasulullah Saw, kemudian aku katakan, "Ya Rasulullah, aku mendengar orang ini membaca surah Al-Furqan dengan jenis bacaan yang tidak pernah anda bacakan kepadaku". Rasulullah Saw bersabda kepada Umar ra, "Lepaskan dia. Coba baca, hai Hisyam". Maka Hisyam membacakan surah Al-Furqan kepada Rasulullah Saw dengan model bacaan yang aku dengar sebelumnya, kemudian Rasulullah Saw bersabda, "Seperti itulah Al-Quran diturunkan". Berikutnya Rasulullah Saw bersabda kepada Umar, "Bacalah hai Umar". Maka aku (Umar) membacakan surah Al-Furqaan kepada Rasulullah Saw, kemudian Rasulullah Saw bersabda, "Seperti itulah Al-Quran diturunkan. Sesungguhnya Al-Quran itu diturunkan dengan tujuh huruf (tujuh jenis bacaan), maka bacalah Al-Quran dengan bacaan yang mudah bagimu".
TURUNNYA KESEJUKAN HATI DAN PARA MALAIKAT KETIKA ADA BACAAN AL-QURAN
1815[Bukhari 5018] Diriwayatkan dari Usaid bin Hudhair ra, dia berkata bahwa pada suatu malam dia membaca surah Al-Baqarah. Ketika itu kudanya diikat, tiba-tiba melonjak-lonjak. Ketika ia menghentikan bacaan Al-Quran, kuda tersebut tenang kembali dan ketika ia membaca Al-Quran lagi kudanya melonjak-lonjak lagi, maka akhirnya ia menghentikan bacaan Al-Quran. Ketika itu, Yahya, anaknya berada di dekat kudanya sehingga ia khawatir anaknya akan terinjak oleh kuda. Ketika ia mengambil anaknya, ia mendongak ke langit sehingga ia melihat apa yang akan diceritakan nanti. Ketika pagi tiba, Usaid bin Hudhair menceritakan hal itu kepada Nabi Saw, kemudian beliau bersabda: "Bacalah Al-Quran, hai anak Hudhair". Bacalah Al-Quran, hai anak Hudhair". Usaid bin Hudhair mengatakan: "Ya Rasulullah, anakku berada di dekat kudaku, sehingga aku khawatir Yahya, anakku, akan terinjak oleh kuda. Aku mendongak ke langit ketika membawa anakku, tiba-tiba aku melihat mirip gumpalan awan yang di dalamnya terdapat sinaran mirip lentera, kemudian menghilang, sehingga aku tidak dapat melihatnya lagi". Raulullah Saw bertanya: "Tahukah kamu, apa yang kamu lihat itu?" Usaid bin Hudhair menjawab: "Tidak". Rasulullah Saw bersabda: "Itu adalah malaikat yang turun mendekati suaramu dalam membaca Al-Quran. Seandainya kamu teruskan bacaanmu tentu apa yang kau lihat itu akan dilihat pula oleh orang-orang yang lain tanpa kesamaran".
Surah Al Mu'awidzat
KEUTAMAAN
SURAH AL MU'AWIDZAAT
1814[Bukhari 5017] Diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa ketika hendak berbaring di tempat tidur setiap malam Rasulullah Saw biasanya menangkupkan kedua telapak tangannya lalu ditiupnya seetlah membaca surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq, dan surah An-Naas. Setelah itu Rasulullah Saw mengusapkan kedua telapak tangannya pada bagian-bagian tubuhnya yang bisa terjangkau, dengan dimulai dari kepala, kemudian wajah, lalu bagian-bagian tubuh yang lain. Rasulullah Saw melakukan itu tiga kali. _(al Mu’awidzaat)
1814[Bukhari 5017] Diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa ketika hendak berbaring di tempat tidur setiap malam Rasulullah Saw biasanya menangkupkan kedua telapak tangannya lalu ditiupnya seetlah membaca surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq, dan surah An-Naas. Setelah itu Rasulullah Saw mengusapkan kedua telapak tangannya pada bagian-bagian tubuhnya yang bisa terjangkau, dengan dimulai dari kepala, kemudian wajah, lalu bagian-bagian tubuh yang lain. Rasulullah Saw melakukan itu tiga kali. _(al Mu’awidzaat)
Saturday, March 19, 2011
HADIS 10
عَنْ أَبِي هُرَیْرَة رَضِىَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( إِنَّ الله تَعَالَى
طَيِّبٌ لاَ یَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبَا وَإِنَّ الله أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى: { یَآ أَیُّهَ ا
الرُّسُلُ آُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا } وَقَالَ تَعَالَى: { یَآ أَیُّهَا الَّذِیْنَ آمَنُوْا آُلُوا مِ نْ
طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاآُمْ } ثُمَّ ذَآَرَ الرَّجُلَ یُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ یَمُدُّ یَدَیْهِ إِلَى السَّمَآء: یَا رَبّ!
یَا رَبّ! وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِي بِالحَرَامِ، فَأَنَّى یُسْتَجَابُ لَهُ!
)) رواه مسلم.
یَآ أَیُّهَا الرُّسُلُ آُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحً ( Surah al-Mukminun: 51)
یَآ أَیُّهَا الَّذِیْنَ آمَنُوْا آُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاآُمْ ( Surah al-Baqarah: 172)
طَيِّبٌ لاَ یَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبَا وَإِنَّ الله أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى: { یَآ أَیُّهَ ا
الرُّسُلُ آُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا } وَقَالَ تَعَالَى: { یَآ أَیُّهَا الَّذِیْنَ آمَنُوْا آُلُوا مِ نْ
طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاآُمْ } ثُمَّ ذَآَرَ الرَّجُلَ یُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ یَمُدُّ یَدَیْهِ إِلَى السَّمَآء: یَا رَبّ!
یَا رَبّ! وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِي بِالحَرَامِ، فَأَنَّى یُسْتَجَابُ لَهُ!
)) رواه مسلم.
یَآ أَیُّهَا الرُّسُلُ آُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحً ( Surah al-Mukminun: 51)
یَآ أَیُّهَا الَّذِیْنَ آمَنُوْا آُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاآُمْ ( Surah al-Baqarah: 172)
Daripada Abu Hurairah r.a beliau berkata: Rasulullah SAW telah bersabda:
"Sesungguhnya Allah Ta'ala baik, Dia tidak menerima kecuali perkara yang baik. Dan sesungguhnya
Allah telah memerintahkan orang-orang mukmin dengan apa yang telah diperintahkan kepada para
Rasul di mana Allah Ta'ala berfirman: "(Wahai para Rasul! Makan minumlah kamu makanan yang baik-baik
dan hendaklah kamu beramal soleh)."
Dan Allah Ta'ala berfirman:
"(Wahai orang-orang yang beriman! Makan minumlah kamu makanan yang baik-baik yang Kami rezekikan kepada kamu)."
Kemudian Baginda menyebut perihal seorang lelaki yang bermusafir jauh, yang berambut kusut masai
dan berdebu, yang menadah tangan ke langit (iaitu berdoa):
"Wahai Tuhanku! Wahai Tuhanku! Bagaimanakah doanya akan dimakbulkan sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia dikenyangkan dengan makanan yang haram? (Hadis riwayat al-lmam Muslim. )
Subscribe to:
Posts (Atom)