Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu. Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.
Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali. Rahmat Allah dan maghfirah-Nya dapat mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Allah berfirman:
"Boleh jadi suatu nikmat akan mendatangi kamu dalam bentuk kepedihan dan kesengsaraan, maka janganlah kamu berasa sedih dan gundah, tetapi bersabarlah agar kepedihannya berkurang kertana kamu berada dalam pemeliharaan Kami." (Al hikam)
"Musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan kamu sendiri dan Allah memaafkan sebahagian besar (dari kesalahan-kesalahan kamu." (Ash Syura : 30)
"Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhan kamu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami." (At Tur : 48)
Namun kadangkala ada diantara manusia mengatakan:
"Mereka berterima kasih dan bersyukur diantara beberapa mereka, dan itu mendatangkan faedah kepada orang-orang yang disyukuri. Lalu apakah faedah Allah berikan kepada orang-orang yang bersyukur itu atas perbuatan dosanya."
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan. Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah SWT.
"Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudia rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya nescaya dia akan berkata : "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku," sesungguhnyaq dia sangat gembira lagi bangga." (Hud : 9-10)
"Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencuba apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmatNya) dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur unbtuk (kebaikan) dirinya dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku maha Kaya lagi maha Mulia." (An Naml : 40)
Sesungguhnya memohon keampunan kepada Allah SWT adalah sesuatu yang amat menyenangkan bagi orang-orang yang takut kepadaNya. Istigfar adalah hiburan orang-orang yang berasa sedih atas kelalaian mereka dan keburukan perilaku mereka.
"Dan kelak Tuhan kamu pasti memberikan kurniaNya kepada kamu, lalu (hati) kamu menjadi puas." (Ad dukhan : 5)
Perihatin
No comments:
Post a Comment