KAIRO (SuaraMedia News) - “Jika kalian tidak meyakini adanya Bunda Maria, maka kalian tidak akan mampu melihatnya,” kata Paus Coptik Shenouda III, menafsirkan akan adanya penampakan Bunda Maria di beberapa wilayah di seluruh Mesir.
Dalam khotbah pertamanya pasca kedatangannya dari AS untuk perawatan rutin, Shenouda berbicara panjang lebar mengenai kehadiran roh. “Bunda Maria mencintai Mesir, dimana beliau pernah tinggal selama tiga setengah tahun ketika Yesus (Nabi Isa) dalam masa kanak-kanak,” katanya, menekankan adanya keajaiban penampakan yang mungkin terjadi. “Keajaiban itu terjadi karena Bunda Mari merindukan Mesir, dan dari waktu ke waktu, berkah mengiringi kemunculannya.”
“Disana terdapat dunia yang berbeda, yang disebut dunia surga atau dunia cahaya, karena semua yang berada di dalam dunia tersebut tercipta dari cahaya,” tambahnya. “Tuhan adalah cahaya. Yesus (Nabi Isa) adalah cahaya yang memancarkan dari cahaya tersebut, dan Bunda Maria adalah ibu dari cahaya.”
Shenouda juga mengatakan bahwa banyak Muslim, selayaknya Kristen Coptik, juga meyakini bahwa penampakan tersebut bukan buatan.
“Umat Muslim juga meyakini keagungan Bunda Maria. Bahkan faktanya, mereka menghormati Bunda Maria melebihi umat Kristen Protestan,” dia mengatakan, bahwa seorang Pastur dari Gereja Protestan di distrik Kasr el-Dobara juga mengaku melihat penampakan Bunda Maria.
Umat Muslim meyakini bahwa Bunda Maria (Siti Maryam) merupakan ibunda dari Nabi Isa, salah seorang Rasul Allah, namun bukan meyakininya sebagai Tuhan.
Mereka meyakini bahwa kelahiran Nabi Isa adalah sebuah keajaiban karena dilahirkan dari seorang ibu yang masih perawan, tanpa memiliki ayah.
Penampakan Bunda Maria diyakini pernah terjadi pada tahun 2 April 1968, ketika dua pekerja tengah berada di garasi di sekitar Gereja Eitoun di St. Mary, Mesir. Mereka mengaku melihat penampakan seorang suster yang mengenakan pakaian putih tengah berdiri di puncak kubah raksasa gereja itu. Khawatir akan terjadi sesuatu terhadap sang suster, salah satu pekerja berlari menghampiri seorang pendeta di gereja tersebut, sedang pekerja lainnya menghubungi polisi setempat.
Ketika sang pendeta mendekati suster itu, dia menyadari bahwa suster itu merupakan penampakan Bunda Maria. Sebuah gambar Bunda yang tengah memberkati memenuhi pikiran sang pendeta, dua pekerja, dan publik yang semakin ramai berkumpul yang menjadi saksi dalam beberapa menit, setelah tiba-tiba suster tersebut menghilang.
Berita mengenai penampakan Bunda Maria tak butuh lama untuk menyebar dari pedalaman Zeiton menuju kota-kota metropolitan dengan penduduk berjumlah jutaan.
Segera, ribuan orang dari berbagai penjuru, berkumpul di depan gereja tersebut dan menunggu penampakan tersebut sekali lagi.
Tiga tahun kemudian, beberapa orang mengaku melihat penampakan Bunda Maria di tempat yang sama. Jutaan orang mengaku menyaksikan penampakan tersebut, dan bahkan dapat ditemukan di internet.
Meski ribuan orang mengaku telah menjadi saksi mata munculnya penampakan Bunda Maria, namun belum ada yang mengaku mendapatkan pesan langsung. Tidak ada peramal yang mengaku mendapatkan peringatan atau pesan dari Bunda Maria.

No comments:
Post a Comment